Abadi dalam Bait Rindu
Aku tuliskan namamu di setiap hela nafas, Meski kisah kita kini telah terlepas. Biarlah tinta ini menjadi saksi bisu, Tentang rasa yang tak pernah menjadi palsu. Hati kita memang tak lagi beriringan, Hanya menyisakan perih dalam kenangan. Namun rindu ini enggan untuk beranjak, Masih tersimpan rapi meski hati retak. Dulu kita adalah satu dalam janji yang suci, Kini tinggal bayang yang hadir dalam mimpi. Aku mengukir wajahmu di dinding kalbu, Walau kini kau bukan lagi milikku yang dulu. Malam terasa dingin tanpa hangat sapaanmu, Hanya sepi yang datang menjemput dukaku. Namamu tetap menjadi bait paling syahdu, Di tengah hatiku yang kini kian membiru. Tak ada lagi tangan yang saling menggenggam, Hanya luka yang kian hari kian menghujam. Aku merajut rindu ini menjadi sebuah puisi, Agar namamu tetap hidup meski aku tersisih. Biarlah takdir membawa kita ke jalan berbeda, Meski cintaku kepadamu tak pernah mereda. Aku puisikan namamu dengan penuh ketulusan, Sebag...