Cahaya di Balik Badai
Mentari terbit di ufuk timur,
Membasuh bumi yang lelah tertidur.
Menyapa pagi dengan harapan,
Menghapus duka dalam dekapan.
Hidup tak selalu lurus dan makmur,
Ada kalanya nasib terkubur.
Kadang jatuh dalam cobaan,
Menguji jiwa dalam kesunyian.
Air mengalir tenang di kali,
Mencari muara tulus sekali.
Batu menghadang tetap melaju,
Tanpa ada rasa mengeluh dan pilu.
Hidup mengajar tuk tetap tabah hati,
Meski raga lelah setengah mati.
Walau badai silih berganti,
Keyakinan kuat takkan terhenti.
Luka yang perih biarlah mengering,
Di tengah malam yang sunyi dan hening.
Sebab pelangi butuh rintik hujan,
Untuk melukis sebuah keajaiban.
Jangan menyerah pada nasib yang kelam,
Meski dunia terasa tenggelam.
Teruslah melangkah walau perlahan,
Tuhan takkan ingkar pada sebuah haluan.
Setiap air mata yang jatuh ke bumi,
Adalah benih bagi sabar yang bersemi.
Kelak engkau akan berdiri dengan megah,
Setelah melewati jalan yang penuh lelah.
Esok mentari akan kembali bersinar,
Membawa kisah yang lebih binar.
Tetaplah tegar wahai jiwa yang mulia,
Karena bahagia menantimu di ujung usia.
Komentar
Posting Komentar