Topeng Cahaya di Balik Kelabu
Di panggung ramai aku menari,
Memakai topeng bermulut pelangi,
Menyembunyikan retak yang kian meninggi,
Agar riuh tawa kalian tak lekas mati.
Aku adalah dermaga yang tampak tenang,
Meski di dasarnya badai sedang berperang,
Menelan kerikil tajam yang tak kunjung hilang,
Hanya demi melihat perahu kalian pulang dengan riang.
Biarlah pilu ini menjadi akar yang sunyi,
Tertanam dalam tanpa perlu ada yang mengenali,
Sebab bagiku, senyum kalian adalah harga mati,
Meski hatiku sendiri lebam dipukul sepi.
Suaraku nyaring memecah hening malam,
Menutup isak yang sebenarnya mulai menghantam,
Bak lentera tua yang cahayanya tetap tajam,
Walau sumbunya hampir habis terbakar dendam.
Jangan tanyakan apa yang ada di balik tawa,
Sebab di sana hanya ada ruang tanpa sapa,
Cukuplah kalian lihat aku sebagai bahagia,
Agar pedihku tak jadi beban bagi semesta.
Komentar
Posting Komentar