Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

HAMPA HATI

Di    sini.. Di   suatu   keramaian Tak   terbelit   dalam   raga Terhampar   kesunyian   hati Hanya   pandang   gelap   yang   terjadi Meski   sinarmu   menemani Rasa  ingi n   dan   harap  telah   hilang Tertelan   bisik   resah Bagaikan menebuh   dinding Beralas   kelopak   sendapati Yang   deru   suara   banyu Singsipan  penerang   hati Buaikan   randu kawan   sejagat Terbagi dua peminat   harpa Antara   dua   peminang.. Sepuh   meringik   pedih.. Satu   harpa   telah   terbagi

TAKKAN ADA

Setiap   waktuku Kan   selalu   memanggil   namamu Setiap   nafas   ini Ku   selalu   menunggu   hadlrmu Bila  i tu   terjadi Rasa  i ndah   akan   menantiku Namun   ini   hanyalah   harap   belaka Yang   takkan pernah   ada Rasa  i ndah  untuk bisa  bersamamu Karena   kutahu Semua   telah   hilang   terhempas   sang   waktu

SUNGAI KENANGAN

Di sini.. Di sungai Batang Hari Ku telah jauh darimu Telah jauh mimpiku tentangmu Dan telah jauh dari harapmu Aku tak mungkin lagi Untuk menggapaimu Karena aku takkan lagi melihat senyummu Tapi sungai ini  Menjadi kenangan terindah Untuk melupakanmu

KU TAK MENGERTI

Kemarin, kau mengisi hariku Kau buat hidupku penuh bunga Yang selalu kau siram setiap saat Tapi mengapa..? Hari ini kau buat layu bunga itu Kau racuni putik sarinya Aku tak mengerti  Kau buat bunga itu tak sanggup lagi berdiri Hingga saat ini 

PERI MIMPI

Wahai peri mimpiku Yang selalu dikhayalku Kau bagai pemikat tiada henti Meski kutahu Hatimu tak seperti rasaku Entah kenapa kuberharap slalu Ingin rasa ini kupadamkan Namun.. Tak mampu kuredam Wahai engkau peri mimpiku Bangunkanku dari tidurku

AKU TENTANGMU

Dahulu hatiku terukir  wajahmu Saat dirimu hadir dimimpiku Bahkan saat senyummu menatap hariku Kau begitu indah Juga mempesona Tiada tergantikan elok paras senyummu Tapi.. Kini sirna Saat senyummu tak lagi hadir dimimpiku itulah.. Aku tentangmu

ANDAIKAN KUMAMPU

Tertutupkah hatimu Menerima hadirku dimimpimu Sekeras apakah hatimu Hingga tak mampu kululuhkan Kemanakah lagi kumencari Seorang tamatan hati Mungkinkah ini ujian? Atau kau memang tak hiraukan Ku tak sanggup lagi Mengejar arti hatimu Aku lelah.. Jika ku mampu memutar waktu Andaikan ku mampu meraih hatimu Andai saja kau pun mencintaiku Takkan kubuat kau terluka Karna dirimu Takkan pergi dari hatiku Meski kutahu Hatimu tak seperti hatiku Mungkin inilah aku Yang selalu mencintaimu Dan itulah aku yang selalu menyayangimu

TANPA KATA KETIKA BICARA

Aku   memilih   untuk   tak   bicara Aku   berharap   pun   tak   bicara Aku   berfikir   suatu   saat  aku   dapat   bicara Terpikir   dalam   benakku Tiada   guna   untuk   bicara Jikalau   mata   tak   bisa   berkata Kenap a.. ?! Harus   selalu   kusimpan Mungkin   memang   mata   tak   bicara Tapi hati   dapat   berkata Meski   hanya   harap   yang   tiada   rasa