Tabah dalam Menanti
Wahai hati dengarlah sebuah pesan,
Jangan lagi kau pelihara kegelisahan.
Berhenti bertanya siapa yang pulang,
Sebab bayang masa lalu haruslah hilang.
Cukup sudah kau menghitung hari,
Menunggu sosok yang telah pergi berlari.
Tak perlu meratap di sunyinya malam,
Memendam rindu yang kian menghujam.
Tuhan mendengar setiap doa yang lirih,
Menghapus duka dan rasa yang perih.
Dia sedang merajut kisah yang baru,
Untuk mengganti segala pilu dan ragu.
Percayalah ada cinta yang sedang disiapkan,
Yang takkan memberi luka dan kepahitan.
Seseorang yang datang membawa tenang,
Membuat semua trauma menjadi pemenang.
Cinta itu takkan membuatmu menangis lagi,
Hadirnya bagai mentari di pagi hari.
Dia menetap bukan sekadar mampir,
Menghapus setiap tetes air mata yang mengalir.
Tenanglah wahai hati yang sedang gundah,
Lepaskan semua beban yang terasa lelah.
Dunia ini luas tak hanya soal dia,
Masih banyak warna yang bisa kau raba.
Jangan biarkan dirimu terus terbelenggu,
Oleh janji manis yang kini membisu.
Angkat kepalamu lihatlah ke depan,
Ada banyak bahagia yang butuh kesiapan.
Kau akan bahagia di suatu masa nanti,
Menemukan damai yang sejati di hati.
Tuhan takkan pernah ingkar pada janji-Nya,
Memberi yang terbaik bagi hamba-Nya.
Simpan air matamu untuk syukur yang tulus,
Biar rasa sakit itu menguap dan pupus.
Esok lusa kau akan tersenyum kembali,
Menyambut takdir dengan sepenuh hati.
Sekarang belajarlah untuk mencintai diri,
Sebelum cinta yang lain datang menghampiri.
Tuhan tahu kapan waktu yang paling tepat,
Memberimu bahagia yang begitu memikat.
Komentar
Posting Komentar