Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Kenapa aku dilahirkan didunia

Aku terbangun di remang pagi, Mata terbuka, menatap sepi. Langkah terhenti di persimpangan, Mencari arah yang samar dalam bayangan. Hari terasa begitu berat, Beban menumpuk, mengikat erat. Sunyi merayap menyusup kalbu, Menyisakan desah pasrah dan ragu. Tak ada bahu tempat bersandar, Di tengah badai yang kian membesar. Berdiri sendiri menahan tegap, Meski langkah terasa kian merayap. Tak ada hati yang mau mengerti, Jeritan sunyi di dalam diri. Kata-kata terkunci di balik bibir, Hanya gulana yang pelan mengalir. Namun napas ini masih bertiup, Di antara redupnya jalan hidup. Menatap jarak yang belum nyata, Perlahan merangkai sisa-sisa asa. Biarlah sunyi menjadi teman, Kuberanikan diri menembus kabut malam. Sebab arah takkan pernah hadir, Jika ku berhenti sebelum akhir.