Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Sisa Napas Sebelum Berpulang

Di ujung malam yang kian dingin dan sunyi, Kutatap wajahmu yang terlelap dalam mimpi. Ingin rasanya Ayah hentikan waktu di sini, Menahan perih yang perlahan mengikis diri. ​ ​Namun tubuh ini tak lagi mampu berdusta, Ada batas yang tak kuasa Ayah lawan dengan doa. Dunia ini kejam, dan Ayah benci harus menyerah, Meninggalkanmu bertarung sendiri di tengah lelah. ​ ​Maaf karena pundak ini harus runtuh lebih awal, Meninggalkan pelukan yang belum sempat kekal. Di hembusan angin yang menyentuh pipi, Ketahuilah, itu adalah cinta Ayah yang tak pernah mati.

Aku Sedang Kehilangan Diriku

Di ruang sunyi yang kian menderu, Aku berdiri, menatap bayang yang membisu Ada yang asing di balik cermin itu Perlahan pudar, tergerus oleh waktu ​Aku tak lagi mengenali tawaku yang dulu Lenyap tertimbun gelisah yang membelenggu Jejak-jejak impianku kini terbawa angin lalu Sungguh, aku sedang kehilangan diriku ​Namun di tengah badai yang mencabik dada Saat seluruh duniaku tak lagi sama Ada satu poros tempatku bersandar pasrah Senyummu, binar matamu, dan seluruh jiwamu ​Jika semesta memaksaku memilih satu nestapa Biarlah kuarungi sunyi tanpa nama Sebab lebih baik aku kehilangan diriku Daripada aku harus kehilangan dirimu ​Biarlah aku menjadi asing bagi ragaku sendiri Asalkan pelukmu tetap menjadi rumah tempatku kembali Karena kehilanganmu adalah runtuhnya duniaku Sementara kehilangan diriku... hanyalah caraku untuk seutuhnya mencintaimu