Sisa Napas Sebelum Berpulang
Di ujung malam yang kian dingin dan sunyi, Kutatap wajahmu yang terlelap dalam mimpi. Ingin rasanya Ayah hentikan waktu di sini, Menahan perih yang perlahan mengikis diri. Namun tubuh ini tak lagi mampu berdusta, Ada batas yang tak kuasa Ayah lawan dengan doa. Dunia ini kejam, dan Ayah benci harus menyerah, Meninggalkanmu bertarung sendiri di tengah lelah. Maaf karena pundak ini harus runtuh lebih awal, Meninggalkan pelukan yang belum sempat kekal. Di hembusan angin yang menyentuh pipi, Ketahuilah, itu adalah cinta Ayah yang tak pernah mati.