Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Lelah di Bawah Terang

Pagi datang terhampar permadani cerah Membawa nyanyian burung dengan janji yang tak bersalah Jendela terbuka angin sejuk menyapa lembut Namun di balik kelopak mata kelelahan terajut Aku lelah tapi dunia enggan meredupkan panggung Meminta peran serta meski jiwa terasa kosong Bahu ini berat menopang beban tanpa nama Menatap sinar mentari hati tak merasa gembira Malam pun tiba dengan kerudung hitam yang tak menjemukan Sebab di sana rembulan benderang memamerkan senyuman Cahayanya tumpah ruah putih murni tak terhalang Seolah mengejek betapa pilu hati yang kini terpasang Aku ingin sembunyi di sudut yang gelap dan sunyi Di mana lelah ini tak perlu berpura-pura berdiri Namun fajar menyala dan bulan pun tak mau sembunyi Terang benderang semesta kontras dengan hati yang mati Di antara terik pagi dan rembulan yang menawan Aku hanyalah seonggok raga yang ingin rebah dan tenggelam Lelahku nyata meski semua bersinar tanpa cacat Sebuah kesedihan tersembunyi di balik semesta yang begitu hebat

Kebahagiaan di Hamparan Sajadah

Sajadah terhampar bukan sekadar alas shalat Namun panggung sunyi tempat hati bersatu erat Di sinilah sebuah keluarga menemukan sumber bahagianya Bukan pada tawa yang riuh, tapi pada khusyuk yang sempurna Saat senja tiba atau fajar menyapa Ayah menjadi imam suaranya membawa cinta Serta sang ibu yang merangkai doa dengan air mata harap Dan si kecil menirukan belajar arti hidup yang mantap Saf yang rapat melambangkan ikatan yang tak terputus Bahu bertemu bahu menghilangkan segala putus asa Dalam setiap rukuk dan sujud yang serentak Tercipta harmoni abadi yang membuat jiwa bergerak Di atas sajadah ini tak ada lagi beda pangkat Semua sama di hadapan-Nya mencari rahmat Doa yang terucap bersama menjadi benih berkah Menyiram kebahagiaan yang tumbuh tak pernah lelah Setelah salam tangan saling menggenggam hangat Mencium punggung tangan simbol kasih yang terawat Inilah rumah sesungguhnya yang berpondasi iman Keluarga bersatu dalam naungan ketenangan Sajadah menjadi saksi puncak sukacita sejati S...