Pulang ke Dalam Sunyi
Di antara riuh kata yang tak kau jamah, Aku berdiri di ambang pintu yang lelah. Bukan kakiku ingin melangkah menjauh, Hanya saja hatiku butuh tempat berteduh. Jika suatu pagi kursiku kosong melompong, Bukan berarti janji-janjiku bohong. Aku hanya jenuh berteriak di balik tembok, Sambil memunguti sisa harap yang mulai bengkok. Aku tidak menyerah pada kita yang rumit, Meski luka ini mulai terasa menggigit. Aku hanya ingin kau mencari jejakku, Bukan sekadar membiarkan aku membeku. Mungkin aku harus menjadi tiada sebentar saja, Agar kau ingat bagaimana rasanya berharga. Sebab seringkali hadirku dianggap biasa, Seperti udara yang kau hirup tanpa silsila. Lihatlah langit yang kehilangan satu bintang, Ia tidak membenci malam yang membentang. Ia hanya ingin dimengerti oleh kegelapan, Bahwa cahaya kecil pun butuh dekapan. Jangan cari aku di keramaian kota, Cari aku di antara jeda bicara dan air mata. Di sana aku sedang memeluk diriku sendiri, Menanti kau datang mem...