Di Ambang Penantian yang Sunyi

Di sudut kamar yang lembap oleh sisa air mata,

Kau masih saja memahat nama pada dinding hampa.

Mengharap gema langkah yang sudah lama sirna,

Di antara debu kenangan yang kian meraja.

Wahai hati, berhentilah bertanya pada sepi,

Tentang siapa yang akan kembali mengetuk pintu ini.

Dia telah jauh, larut dalam pelukan matahari,

Meninggalkanmu terkunci dalam dinginnya janji.


​Jangan lagi kau cecar malam dengan tanya yang perih,

Mengapa kasih yang kau jaga justru berujung selisih.

Sebab semakin kau cari, lukamu kian mendidih,

Hanya menyisakan detak yang ringkih dan letih.


​Percayalah, di balik kabut duka yang kau raba,

Ada tangan Agung yang sedang merajut rencana.

Tuhan tak tidur melihat sujudmu yang bersimbah doa,

Dia sedang menyaring siapa yang benar-benar setia.


​Akan datang masanya, langitmu tak lagi kelabu,

Tuhan siapkan cinta yang takkan membuatmu layu.

Seseorang yang datang bukan untuk memberi pilu,

Tapi membasuh luka yang selama ini membiru.


​Tenanglah hati, redamkan gemuruh dalam dada,

Biarkan badai ini lewat dengan segala lara.

Tak perlu kau paksakan senyum di depan dunia,

Cukup yakini, kau takkan selamanya menderita.


​Cinta yang baru takkan menuntut air matamu jatuh,

Ia akan menjadi rumah tempat jiwamu berteduh.

Menyatukan kembali kepingan yang dulu runtuh,

Hingga senyummu kembali mekar dengan utuh.


​Rebahkan lelahmu pada hamparan tawakal,

Jangan biarkan sesalmu tumbuh menjadi kekal.

Sebab takdir-Nya adalah obat yang paling akal,

Meski jalannya berliku dan terasa menjengal.


​Suatu hari nanti, kau akan menoleh ke belakang,

Melihat duka ini sebagai jembatan yang terbentang.

Menuju taman di mana kebahagiaan takkan lekang,

Dan rasa takutmu akan sirna ditelan terang.

Kau akan bahagia, wahai hati yang tabah,

Meski sekarang duniamu terasa goyah dan rebah.

Tunggu saja saatnya, biarkan takdir yang mewabah,

Membawamu pulang ke pelukan yang takkan berubah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah di Bawah Terang

Kebahagiaan di Hamparan Sajadah

TAKKAN ADA