Lintas Aspal
Jaket kulit yang mulai kusam serta aroma bensin,
Adalah seragam kebanggaan kita kala itu.
Di atas jok besi, kita bukan lagi orang asing,
Melainkan elang yang mencari ujung cakrawala membiru
Deru knalpot membelah sunyi jalanan desa,
Saling lambaikan tangan saat menyalip di tikungan.
Debu yang menempel di wajah bukan sebuah siksa,
Sebab ada tawa yang pecah di setiap pemberhentian
Kita tak peduli pada peta yang kadang menyesatkan,
Atau gerimis yang memaksa kita berteduh di warung kopi.
Sebab tujuan utama bukanlah titik di kejauhan,
Melainkan cerita yang kita rajut sepanjang jalan sepi
Masa muda adalah tangki yang selalu penuh ambisi,
Berpacu dengan waktu sebelum tanggung jawab menanti.
Kini, meski motor kita mungkin sudah jarang beradu,
Getar mesinnya masih terasa di detak jantungku selalu
Komentar
Posting Komentar