Di Ambang Pintu Ampunan
Di hadap Sajadah yang membisu sepi,
Aku datang membawa tumpukan daki.
Bukan sombong, bukan pula tinggi hati,
Hanya jiwa yang lelah dikejar janji-janji mati.
Ya Rabb, langkahku seringkali menyimpang,
Mengejar bayang dunia yang kian meradang.
Lupa akan hak-Mu yang terabaikan terang,
Hingga nurani tertutup kabut yang menghalang.
Tangan ini pernah menggenggam yang fana,
Lidah ini pernah berucap penuh cela.
Mata ini sering memandang yang tak semena,
Menimbun dosa di atas tumpukan nestapa.
Aku malu bersimpuh di hadapan-Mu,
Sedang nikmat-Mu mengalir di setiap nadiku.
Kau beri udara, Kau beri cahaya rindu,
Namun aku membalasnya dengan punggung kaku.
Kini air mata jatuh tanpa sempat kutahan,
Membasahi debu khilaf yang kian menyesakkan.
Tiada tempat lari dari segala keresahan,
Hanya pada kasih-Mu aku gantungkan harapan.
Hapuslah titik hitam dalam lembar nuraniku,
Basuhlah kotoran yang mengerak di kalbu.
Jangan biarkan aku tersesat dalam belenggu,
Jauh dari rida dan rengkuhan rahmat-Mu.
Terimalah tobat dari hamba yang hina ini,
Sebelum nafas terhenti di penghujung hari.
Hanya Engkau Sang Pemilik Maha Memberi,
Tempatku pulang untuk menyucikan diri.
Komentar
Posting Komentar