Terkena Sandiwara Cinta

Layar terkembang di panggung yang sunyi,

Kau mainkan peran dengan begitu rapi.

Kata-kata manis mengalir bagai simfoni,

Membuat hatiku percaya tanpa ragu di hati.

Ternyata pelukanmu hanyalah sebuah dekorasi,

Tempatmu singgah saat penat mencari sepi.

Aku terbuai dalam kehangatan ilusi,

Sementara engkau sibuk merajut fiksi.

Kini topengmu mulai retak dan luruh,

Meninggalkan aku yang terlanjur luluh.

Setiap janji manis berubah menjadi riuh,

Menertawakan bodohnya aku yang patuh.

Perihnya luka ini tak kasat oleh mata,

Terjebak dalam labirin penuh dusta.

Kau sebut ini cinta yang penuh permata,

Namun bagiku, ini hanyalah bencana cerita.

Selesai sudah tepuk tangan penonton riang,

Meninggalkan aku sendirian di sudut remang.

Memunguti sisa hati yang kini bimbang,

Belajar merelakan bayangmu yang mulai hilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah di Bawah Terang

Kebahagiaan di Hamparan Sajadah

TAKKAN ADA