Senyummu Hari Ini Adalah Semangatku Seumur Hidup

Ketika fajar menyapa bumi dengan malu-malu,

Kulihat lengkung indah di ranum bibirmu.

Sederhana, namun sanggup meruntuhkan ragu,

Mengusir pekat malam yang sempat membelenggu.


​Satu detik tatapan, satu rekah yang tulus,

Mampu menghapus lara yang datang menghunus.

Bagaikan embun pagi yang sejuk mengalir lurus,

Membasuh jiwa yang lelah agar tak pupus.

Senyummu hari ini adalah sebuah prasasti,

Yang kupahat dalam-dalam di lubuk hati.

Ia bukan sekadar hiasan wajah yang berganti,

Melainkan lentera yang takkan pernah mati.

Dunia mungkin riuh dengan sejuta tuntutan,

Kerap membawa langkahku dalam ketakutan.

Namun mengingat senyummu di dalam ingatan,

Seketika runtuhlah segala beban dan hambatan.


​Biarpun waktu merayap dan usia kian menua,

Walau raga melemah ditelan sang kala.

Akan tetapi senyummu tetap menyala,

Menjadi bahan bakar bagi jiwa yang meronta.


​Hari ini kau tersenyum, meretas segala redup,

Menjadi kompas pelindung di kala badai bertiup.

Ketahuilah kasih, setitik bahagia yang kau rajut,

Adalah semangatku yang mengalir seumur hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah di Bawah Terang

Kebahagiaan di Hamparan Sajadah

TAKKAN ADA