Nenekku dalam bayangan
Di sudut kamar yang begitu sunyi,
Mengalir air mata yang tak mau berhenti.
Mengingat senyum hangat yang dulu ada,
Kini nenek telah pergi untuk selamanya.
Suara lembutmu yang memanggil namaku,
Kini menjelma menjadi rindu yang kaku.
Tak ada lagi belaian kasih yang menenangkan,
Hanya tersisa sejuta kenangan yang menyakitkan.
Malam-malam kini terasa begitu dingin,
Kucoba memeluk bayangmu lewat embusan angin.
Nenek yang kucintai kini telah tiada,
Meninggalkan duka yang mendalam di dada.
Teringat petuahmu yang menuntun jalanku,
Kini menjadi lentera di dalam sepiku.
Walau ragamu tak lagi bisa kusentuh,
Doaku untukmu tak akan pernah runtuh.
Tidurlah yang tenang di sana, duhai nenekku,
Di tempat yang indah tanpa ada rasa pilu.
Tuhan telah membawamu pulang ke sisi-Nya,
Menikmati kedamaian abadi di surga-Nya.
Aku di sini akan terus melangkah,
Meski hati ini terkadang merasa lelah.
Suatu saat nanti kita kan bersua lagi,
Di dunia yang kekal, takkan ada yang pergi.
Komentar
Posting Komentar