Pelabuhan Terakhir di Mataku

Senyummu adalah simfoni pagi,

Yang menghapus sisa dinginnya malam,

Dalam dekapanmu, gelisah pun pergi,

Mengganti lara dengan damai yang dalam.

Terima kasih untuk jemari yang setia,

Menuntun hari melewati badai dan duri,

Menjadi ibu, kekasih, dan belahan jiwa,

Bidadari nyata yang kuakui setiap hari.

Hingga rambut kita memutih bersama,

Dan waktu perlahan mengikis usia,

Cintaku padamu takkan berkurang rasa,

Kaulah takdir terindah dalam hidupku, wahai istriku tercinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah di Bawah Terang

Kebahagiaan di Hamparan Sajadah

TAKKAN ADA