Elegi Sang Pengingat
Di sudut ingatan yang paling sunyi,
Wajahmu hadir seperti mimpi pagi,
Pernah menjadi cahaya yang paling murni,
Sebelum akhirnya kau memilih pergi.
Dulu hariku penuh dengan warnamu,
Setiap tawa adalah bait yang syahdu,
Dunia terasa sempit hanya untuk kita berdua,
Mengukir janji di bawah langit yang sama.
Kau adalah payung saat hujan menderu,
Menghalau dingin yang sempat membiru,
Hadirmu bukan sekadar singgah sebentar,
Tapi detak yang membuat hidup kian berpijar.
Namun waktu adalah pencuri yang ulung,
Membawa pergi apa yang sempat menggunung,
Perlahan jarak mulai membangun temboknya,
Hingga sapa berubah menjadi hampa.
Kini namamu hanyalah sebuah aksara,
Tertulis di lembar masa lalu yang kusam pula,
Tak ada lagi dering pesan di tengah malam,
Hanya sunyi yang kian terasa mendalam.
Aku belajar bahwa tak semua yang datang akan menetap,
Ada yang hadir hanya untuk membuat kita sigap,
Bahwa keindahan terkadang punya batas waktu,
Dan melepaskan adalah cara untuk tetap maju.
Setiap sudut kota masih menyimpan aroma,
Tentang cerita yang pernah kita rangkai bersama,
Namun langkahmu kini telah jauh di sana,
Membangun bahagia di lain semesta.
Terima kasih pernah menjadi bagian dari napas,
Meski kini ikatannya telah benar-benar lepas,
Kau adalah guru bagi hati yang pernah patah,
Tentang bagaimana cara merelakan tanpa berkeluh kesah.
Mungkin begitulah cara semesta bekerja,
Mempertemukan jiwa lalu memisahkannya,
Agar kita tahu bahwa setiap pertemuan,
Adalah pinjaman yang kelak berujung kehilangan.
Tak perlu ada benci yang harus kusimpan,
Sebab bahagiaku dulu adalah sebuah kenyataan,
Meski kini sosokmu tak lagi bisa kutatap,
Namamu tetap abadi dalam doa yang terselap.
Biarlah kau menjadi bintang di langit yang jauh,
Tempat kumenatap saat hatiku sedang rapuh,
Cukup sebagai kenangan yang pernah menghias hari,
Tanpa perlu lagi berharap kau akan kembali.
Selamat jalan wahai memori yang indah,
Kututup buku ini dengan senyum yang pasrah,
Kau tetaplah bagian dari sejarah hidupku,
Yang tersimpan rapi di balik lipatan rindu.
Komentar
Posting Komentar