Aliran Kenangan Masa Kecil
Matahari pagi menyapa dengan hangat,
Langkah kaki berlari tanpa alas rata,
Menuju sungai jernih yang memikat,
Tempat tertumpah segala tawa dan cerita.
Airnya bening laksana kaca murni,
Menampakkan kerikil berkejaran di dasar,
Kami melompat bersama tanpa ragu di hati,
Menyambut kesegaran dengan sorak yang bergetar.
Cipratan air menjadi senjata perang,
Gelak tawa bergema di antara pepohonan,
Tak ada beban, tak ada hati yang bimbang,
Hanya ada bahagia dalam sebuah lingkaran.
Kami menyelam mengejar ikan-ikan kecil,
Lalu hanyut terbawa arus yang tenang,
Tubuh menggigil, jemari pun mulai mengecil,
Namun tak satu pun berniat untuk pulang.
Di atas batu besar kami bersandar,
Membiarkan angin mengeringkan badan,
Saling berbagi mimpi yang berpijar,
Tentang masa depan yang penuh harapan.
Kini sungai itu telah jauh di mata,
Terpisah jarak dan waktu yang mendesak,
Namun kenangan mandi bersama takkan sirna,
Tetap abadi dalam dada yang sesak.
Wahai sahabat-sahabat masa kecilku,
Meski dunia kini telah mengubah kita,
Ingatan tentang sungai itu selalu rindu,
Menyimpan indahnya persahabatan yang nyata.
Komentar
Posting Komentar