Cahaya dalam Kebutaan
Jika benar cinta itu buta adanya,
Maka biarkan dunia hilang warnanya.
Namun jangan biarkan hatiku mati,
Hanya karena rupa tak lagi nampak di bakti.
Aku meraba di tengah pekat malam,
Mencari jejak kasih yang kian mendalam.
Meski mata terpejam tanpa cahaya,
Rinduku tetap hidup dalam doa yang kaya.
Hanya satu pintaku pada sang waktu,
Jangan biarkan dusta menjadi penentu.
Ketulusan cinta adalah satu tujuan,
Di tengah badai yang membawa keraguan.
Tak butuh emas atau permata berkilau,
Hanya ingin hati yang tak pernah galau.
Karena kasih bukan soal rupa dan raga,
Tapi tentang jiwa yang saling menjaga.
Butakah hatiku jika terus bertahan,
Di balik perihnya sebuah penantian?
Mungkin memang benar aku telah tersesat,
Namun dalam pelukmu aku merasa kuat.
Biarlah gelap menyelimuti pandangan,
Asalkan kejujuran menjadi pegangan.
Sebab ketulusan tak butuh mata fana,
Ia bersemi indah di taman yang baka.
Jangan kau beri janji semanis madu,
Jika akhirnya hanya meninggalkan pilu.
Cukup beri aku sepotong ketulusan,
Sebagai penawar di tengah keputusasaan.
Kini aku pasrah pada alur semesta,
Menanti jawaban dari segala cerita.
Jika cinta memang buta selamanya,
Biarlah hatiku yang melihat indahnya.
Komentar
Posting Komentar