Di Balik Lelah, Ada Cinta
Di penghujung hari yang begitu panjang,
Saat raga kehilangan sandaran untuk pulang,
Kurasakan jemari lembut-Mu membasuh luka,
Memberi napas pada jiwa yang hampir terlupa.
Terima kasih atas kekuatan di balik lelah,
Saat langkahku terasa berat dan mulai patah,
Engkau tak membiarkan aku jatuh terhempas,
Memberi daya saat tenagaku nyaris habis terlepas.
Dunia bising menuntut banyak hal dariku,
Menanam duri dalam setiap ruang ragu,
Namun Engkau hadir membawa hening yang indah,
Menjadi ketenangan di balik tiap-tiap resah.
Seperti embun yang jatuh tanpa suara,
Engkau membalut hati yang penuh dengan lara,
Menghapus badai yang berkecamuk di dalam dada,
Hingga badai itu pun tunduk, tak lagi ada.
Seringkali aku hanya meminta apa yang kulihat,
Mengejar bayang yang kuanggap sebagai berkat,
Namun Engkau lebih tahu rahasia di balik tabir,
Tentang kebaikan yang semestinya mengalir.
Atas segala sesuatu yang tak pernah kuminta,
Engkau bentangkan jalan dengan penuh pelita,
Memberi hikmah yang tak sanggup kunalar,
Membimbingku saat arah mulai memudar.
Sebab Engkau memberi bukan karena aku layak,
Bukan karena jasaku yang mungkin tampak banyak,
Tapi tetap Kau beri dengan cinta yang murni,
Cinta yang tak menuntut, yang selalu menyertai.
Kini aku bersimpuh dalam syukur yang sunyi,
Menikmati setiap anugerah yang Kau beri,
Karena dalam lelah, resah, dan doa yang bisu,
Hanya kasih-Mu yang benar-benar memelukku.
Komentar
Posting Komentar